Sejarah alternatif: Apa yang terjadi jika Sisilia tidak pernah ditaklukkan oleh bangsa Norman?

Sejarah alternatif: Apa yang terjadi jika Sisilia tidak pernah ditaklukkan oleh bangsa Norman?

Konteks

Pada tahun 1061, bangsa Norman mulai menaklukkan Sisilia, dan penaklukan tersebut dilakukan oleh pasukan yang dipimpin oleh Roger I. Perlahan-lahan, kekuasaan Emirat Sisilia (kerajaan Islam Sisilia), semakin melemah. Pada tahun 1071, Robert Guiscard, salah seorang bangsawan Norman, mulai terlibat dalam penaklukan Sisilia, kemudian pada tahun 1090, seluruh wilayah pulau Sisilia ditaklukkan, dan pada tahun setelahnya, Malta ditaklukkan. Pada tahun 1130, Sisilia secara resmi menjadi sebuah kerajaan berdaulat yang dikuasai oleh wangsa Hauteville. Di bawah kerajaan Sisilia, umat Kristen, Islam dan Yahudi semua hidup rukun hingga Raja Frederick II menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh komunitas Muslim dan mengusir umat Islam dari Sisilia. Tetapi apa yang terjadi jika bangsa Norman tidak pernah menaklukkan Sisilia?

Skenario

Pada abad ke-11, terjadilah Perang Salib, yakni perang untuk memperebutkan wilayah Yerusalem dan sekitarnya antara kerajaan-kerajaan Islam (Arab) dan Kristen (Eropa). Imbasnya bukan hanya di wilayah Timur Tengah, tetapi juga di wilayah lainnya di sekitar cekungan Laut Mediterranea. Dalam garis waktu alternatif ini, bangsa Norman mencoba-coba menaklukkan Sisilia, tetapi gagal, dan Emirat Sisilia bertahan. Tetapi bukan berarti Emirat Sisilia menjadi kerajaan berdaulat, tetapi dalam garis waktu alternatif ini, Sisilia menjadi wilayah Kerajaan Maroko, dibawah wangsa Almoravid. Dalam skenario ini, peralihan kekuasaan dari wangsa Almoravid ke wangsa Almohad tetap terjadi, dan wilayah Sisilia dan Malta tetap dikuasai wangsa Almoravid sebagai Emirat Almoravid Sisilia. Namun, itu bukan berarti Sisilia dan Malta dikuasai oleh kerajaan Islam selamanya. Pada abad ke-13 dalam skenario ini, Negara-Negara Kepausan akan menaklukkan Sisilia dan Malta sebagai reaksi atas kekalahan kerajaan Kristen Eropa pada Perang Salib.

Pada abad ke-15 dalam skenario ini, terjadi perang antara Negara-Negara Kepausan, Kerajaan Austria (Habsburg) dan Kerajaan Spanyol (Castile), dan itu mengakibatkan kerajaan Spanyol berhasil mengambil wilayah Malta, dan kerajaan Austria berhasil mengambil wilayah Sisilia. Dalam garis waktu yang sebenarnya, kerajaan Habsburg (Austria-Hongaria), tidak pernah menguasai Sisilia, sedangkan dalam garis waktu alternatif ini, Sisilia dinyatakan secara resmi sebagai wilayah Austria-Hongaria dibawah kekuasaan wangsa Habsburg sejak tahun 1526.

Kerajaan Austria-Hongaria dalam skenario ini akan tetap mempertahankan wilayah Sisilia, dan bahasa Jerman menjadi populer di Sisilia. Tetapi itu bukan berarti kerajaan Austria-Hongaria akan bertahan. Dalam garis waktu alternatif ini, kerajaan Austria-Hongaria tetap runtuh pada tahun 1918, dan Sisilia akan menjadi wilayah kekuasaan Italia. Di Sisilia dalam garis waktu alternatif ini, akan ada pemberontakan Republik Soviet Sisilia pada tahun 1930an, dan akhirnya ditumpas. Kerajaan Spanyol dalam skenario ini akan mempertahankan kedaulatannya di Malta dan menjadikannya sebagai wilayah Spanyol. Akan tetapi, Malta akan menjadi negara merdeka setelah wafatnya Franco.

Comments

Popular posts from this blog

Alternative history: What if the Spanish never colonised the Philippines?

Digital democracy

Kebudayaan di Nusantara (dalam bahasa Inggris)